Pelanggan menyatakan niat; Berkomunikasi antara kedua pihak; Memberikan laporan analisis kepada pelanggan; Mencapai niat kerja sama.
Payung pada awalnya dirancang untuk melindungi dari matahari dan hujan, tetapi juga telah memperoleh tujuan simbolik, estetika, atau ritual lainnya dalam banyak budaya. Di Mesir, misalnya, mereka digunakan untuk memberi sinyal kekuatan dan kemakmuran. Mereka adalah aksesori umum di rumah tangga kerajaan, sementara di Cina, mereka dikenakan oleh orang kaya dan kuat untuk menandakan status mereka.
Akhirnya, payung berevolusi menjadi aksesori yang berguna untuk semua orang. Ini terjadi pada abad ke -18, ketika seorang penjelajah Persia bernama Jonas Hanway mulai membawa payung di sekitar perjalanannya. Dia membuat titik untuk membawanya ke mana pun dia pergi, dan pada akhir abad ke -18, masyarakat Inggris secara bertahap menerima payung sebagai aksesori sehari -hari.
Pada abad ke-19, Samuel Fox menemukan payung uap baja, yang selanjutnya mengurangi berat payung sementara juga memperkuat kerangka. Bahan baru ini membuat payung lebih tahan lama dan lebih aman untuk digunakan, yang berkontribusi pada peningkatan popularitasnya.
Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1928, Hans Haupt menemukan payung saku lipat, yang ia sebut "knirps" (yang berarti "tot"). Ini mungkin payung teleskopik pertama dan menjadi terkenal karena ukurannya yang kecil dan kemudahan keruntuhan.
Pada abad ke -20, semakin banyak orang mulai menghargai payung, dan itu mulai menjadi aksesori mode lagi. Ini sebagian besar karena mereka mulai menjadi lebih terjangkau dan dapat digunakan oleh pria dan wanita dari segala usia dan ukuran yang berbeda. Ini sebagian karena ukurannya yang lebih baik, tetapi juga karena mereka jauh lebih ringan dari payung asli.













